Selasa, 24 Januari 2012

E-Book 1 : Cerita Kita


Judul: Cerita Kita - Sepotong Kisah tentang Kita
Penulis: Siska Ferdiani
Penyunting: Tim Pustaka Hanan
Penerbit Digital: Pustaka Hanan
Tebal: 44 Halaman
E-Book ini adalah kerjasama Perpustakaan Online dengan komunitas menulis PNBB


Semua orang terdekat kita bisa menjadi inspirasi dalam menulis, seperti pasangan kita, misalnya. Pasangan tercinta seperti suami atau istri adalah sumber inspirasi yang paling besar. Banyak peristiwa yang terjadi akhirnya menjadi tonggak dalam kehidupan berumah-tangga. Seperti saat kita baru menikah, saat pertama kali membeli rumah, atau saat terjadi pertengkaran-pertengkaran kecil, yang kalau dipikir-pikir sebenarnya lucu juga dan tidak perlu terjadi. Semuanya itu adalah peristiwa yang menguatkan ikatan kita dengan pasangan.

Banyak kisah kehidupan kita yang begitu berharga dan terserak di banyak tempat. Sayang sekali jika hanya tinggal di dalam ingatan saja dan menjadi kenangan. Karenanya, e-book "Cerita Kita" hadir untuk kembali menyegarkan perasaan cinta kepada pasangan kita. E-book yang ditulis oleh Siska Ferdiani ini, seorang penulis yang aktif di komunitas menulis PNBB - Proyek Nulis Buku Bareng, ditulis dengan bahasa yang mengalir, ringan, namun tetap asyik.

Beberapa kisahnya mungkin juga pernah terjadi pada Anda. Atau kalaupun tidak, cepat atau lambat mungkin akan Anda alami. Atau kalaupun tidak Anda alami, biarlah cerita ini menjadi pengalaman berharga bagi Anda. Siapa tahu kelak, orang-orang dekat di sekitar Anda ada yang membutuhkannya. Kisah ini adalah kisah tentang kita.

Silakan download di sini http://pustaka-ebook.com/pnbb-e-book-2-cerita-kita-sepotong-kisah-tentang-kita/
— bersama Siska Ferdiani.

Minggu, 08 Januari 2012

KAISAR, TANGGA DAN KOLAM

Sore itu cuaca sangat bersahabat dan hatipun cukup lapang untuk sekedar jalan-jalan dengan Kaisar, putra kami tercinta. Setelah puter-puter kesana kemari, suami membelokkan kendaraannya ke sebuah taman di daerah Cipayung, taman Indraloka namanya. Awalnya Kaisar tak begitu antusias dengan perjalanan kami, dia terlihat cukup anteng, bener-bener manis kelakuannya, tetapi ternyata itu tak berlangsung lama. Sejak melewati pintu gerbang, Kaisar mulai angot, berontak dari gendongan, minta turun dan jalan sendiri. Tau kah apa yang membuatnya jadi on seperti itu? Tangga, ya, tangga kawan. Kaisar amat sangat menggilai tangga. Tak pernah bosan dan tak kenal lelah, naik turun berkali-kali, tak perduli pinggang emak n bapaknya ampir patah karena Kaisar turut menyeret kami menikmati ‘hoby’nya ini :D.

Setelah berhasil membopong Kaisar dan menjauhinya dari tangga, kami menghela nafas sesaat dan mengatur strategi agar tak melewati tangga itu lagi. Tapi helaan nafas lega itu benar-benar hanya sesaat, karena tiba-tiba Kaisar kembali menggelinjang, dengan sekuat tenaga ingin melepaskan diri, lalu lari menyosong sesuatu di depannya. Copot jantungku, juling mataku, keluar lidahku –lebay :P- melihat Kaisar tanpa pikir panjang hampir nyemplung kolam ikan yang cukup dalam. Ampuuuuunn … untung ayahnya lari terkepot-kepot mengejar dan menangkap tubuhnya tepat waktu. Alhamdulillah Kaisar selamet, tapi sebagai gantinya kolam itu meminta korban sebelah sepatunya Kaisar. Di sisa perjalanan selanjutnya, Kaisar berkelakuan seperti ikan lele kekurangan air, mengelepar-gelepar setiap melihat kolam atau air terjun yang banyak bertebaran di sana.

Rupanya bukan ikannya yang membuatnya tertarik, tapi kubangan airnya yang membuatnya nafsu. Karena aksi selanjutnya semakin bertambah gawat, Kaisar nekat memanjat batu-batuan yang memagari air terjun buatan. Aku sampe keluar keringet dingin sangking stresnya mencoba melunakkan kerasnya kemauan Kaisar. Jalan-jalan sore yang semula damai kini jadi ramai, Kaisar bener-bener tak mudah dipalingkan dari tangga dan kolam. Setelah jalan memutar menghindari spot-spot danger, akhirnya kami melihat pintu gerbang keluar, hanya saja sayang sekali, untuk mencapai gerbang itu sekali lagi kami harus melewati kolam air, dan tak tanggung-tanggung ini adalah raja di rajanya kolam air di taman itu, benar-benar besar dengan patung-patung di atasnya, Kaisar mulai kalap. Tapi kali ini kami melepasnya dengan suka hati, kami biarkan dia menyongsong kolam air itu. Kaisar muter-muter berusaha mencari jalan menuju kolam itu, sementara kami hanya mengamati dari jauh sambil ketawa terpingkal-pingkal melihat aksinya kali ini. Dijamin deh, sampai gempor pun Kaisar ndak bakalan nemu jalan masuk ke kolam itu, wong kolamnya di kelilingi pagar tanaman setinggi badannya Kaisar :D. Setelah kesekian kalinya muter, Kaisar mulai terlihat frustasi lalu mencoba menguak kelebatan pagar tanaman itu, tapi tak berhasil. Kaisarpun menyerah dan menghampiri kami.

Tangga udah ga ada, kolam udah ga keliatan, tapi kini perhatian Kaisar teralih kekandang hewan, ada rusa dan ayam. Kaisar kembali tak dapat dikendalikan, sepatunya yang terhitung masih baru itu sukses menginjak-nginjak tembelek ayam, cukup sudah, kaisaaaaaarrrrr … ayo puuullllaaaaaaaaaaaaaannnnngggg … dan sebagai pengobat ketegangan sarap gara-gara aksi Kaisar hari ini, bunda menuntut traktiran dari ayah, makan lele di pecel lele lela. Ehhh … ga tau, di sana Kaisar bikin onar lagi. Huuufffftt …

SATE MARANGGI

Siang itu, tepat saat adzan zhuhur berkumandan, bersamaan dengan matangnya balado ati ampla di wajan, serta berbarengan dengan suara perutku yang berteriak kelaparan, dering telepon berbunyi,

“Cha, papa ngajakin makan siang di luar, sekarang. Udah ditungguin.” Suamiku berseru dari ruangan tengah. Alhamdulillah papa mertua ngajakin keluar, makan diluar is mean jalan-jalan. I love walking-walking :D. Maka segera kutuntaskan masakanku, mandi, sholat dan berkemas. Masakanku bisa menunggu sampai malam atau besok pagi, tinggal diangetin lagi, tapi kesempatan makan-makan n jalan-jalan jarang terjadi, so harus disambut dengan suka hati :D.

Singkat cerita, kami berenam –kedua mertua, seorang ade ipar, suami, aku dan kaisar anakku- sudah duduk rapi di mobil, rupanya Papa mertua berniat mengajak kami mencicipi sate maranggi di Cipanas. Apa itu sate maranggi? Aku tak tau pasti, namanya saja baru ku kenal kali ini, belum juga pernah melihat iklannya di tivi, yang jelas ini makanan khas bangsa ini, bukan dari luar negeri :D.

Sampai di Ciawi, macet menjebak kami, padahal kami berharap segera menyantap sate maranggi untuk menyudahi lapar ini. Untungnya di sepanjang jalan ciawi itu banyak penjaja makanan. Maka 3 bungkus tahu sumedang, gemblong dan kripik singkong ludes tak bersisa. Tapi apakah itu cukup? No, namanya juga orang Indonesia, belum kenyang kalo belum kena nasi :D.

Satu hal yang kupelajari dari setiap perjalanan dengan keluarga mertuaku ini, hati tak boleh rusuh, tinggalkan semua beban pekerjaan n penderitaan lainnya di rumah, di sini semuanya harus ceria dan sebisa mungkin menikmati kondisi yang ada. Seperti saat itu, dengan tangki –baca lambung- masih miring, diperparah dengan macet berjam-jam (kebetulan hari itu tgl 2 Jan 2012 :D), maka untuk menghibur diri, kami sibuk mengabsen rumah makan di sepanjang jalan dan membaca keras-keras menu makanannya sambil berkomentar sana sini. Sebetulnya itu sedikit menyindir Papa supaya menepi dan mengizinkan kami isi tangki, tapi sayang sindiran tak mempan, papa tetep lurus hati dengan tujuan semula, sambil ikut-ikutan menceritakan betapa lezatnya sate maranggi itu, bentuknya yang besar-besar, rasanya yang manis gurih dll, membuat perut semakin keroncongan tetapi hati semakin penasaran, sungguh-sungguh situasi yang dilematis :D.

Singkat cerita, sampailah kami di tempat makan yang dimaksud. Semua orang di mobil –kecuali papa tentunya- melongo melihat tempat itu. Kami pikir akan makan di resto yang nyaman dengan pemandangan pegunungan. Ternyata papa menggiring kami jauh-jauh ke Cipanas dengan menempuh perjalanan 4 jam lebih plus membawa penderitaan kelaparan akut, untuk makan di warung tenda biru yang berdiri di trotoar jalan dengan pemandangan jalan raya puncak-cipanas yang rame pisan :D

Tahukah apa itu sate maranggi kawan? Itu sejenis sate-satean, hanya saja bukan kambing, ayam atau kelinci yang jadi korban, melainkan sapi. Jadi sate maranggi itu sate sapi, entah kenapa di namakan maranggi, papa pun tak tahu asal usulnya. Yang jelas, aku tak dapat menikmatinya, karena teksturnya tak dapat berkompromi dengan gigiku yang goyang. Di perjalanan pulang, semua sibuk berkomentar tentang sate itu, dan merencanakan jumlah yang pas yang seharusnya dipesan untuk memuaskan selera masing-masing, agaknya semuanya bisa menikmati sate itu kecuali aku, buktinya semuanya kompak akan puas dengan 10 tusuk, sedangkan aku bilang cukup 5 tusuk saja sambil berdoa semoga gigiku baik-baik saja :D

Fashion Up2date

@Kamar Biru

“Sayang, sini deh. Lihat baju ini cantik ya.”

“Iya mas, cantik.”

“Mas udah pesen itu buat kita, model cowonya kaya gini. Dan ini motif kainnya”

“Pesen? Kapan mesennya? Sama siapa? Berapa duit?”

“Ada deeehh … mauu tauuu ajaaa …”

“Kapan barangnya dikirim?”

“Hmmm … kira-kira seminggu lagi lah.”

“Seminggu lagi? Kok lama bangeeett?”

“Sayang, ini handmade, bukan barang pabrikan. Dia ngerjain barang pesenan mas, kami design ber sama-sama.”

“Design sama-sama? Nanti kalo designnya aku ga suka gimana? Kalo aku jadi keliatan ndut gimana? Kamu tau ukuranku dari mana? Kan itu harus diukur ini itunya maass …”

“Pssstttss … suamimu ga bego-bego amat kale, beres semuaaa …”

“Tapi mas, kamu dapat duit dari mana buat bayarnya???”

“Aduuuuhhh … nyesel dah bilangnya, udaahh kamu terima beres semua deh. InsyaAllah duitnya halal deeehh …”

“Kenapa kamu musti beli sama designer segala sih?”

“Sayang, kamu merasa diri kamu cantik ga?”

“Hmmm … iya, aku cantik!”

“Bagus, inner beauty memang penting, tapi penampilan yang bagus juga penting buat memancarkan inner beauty kamu.”

“Maksudmu”

“Kamu cantik, tapi sayang, penampilanmu tak mendukung. Dandanan kamu sangat konservatif, pemilihan warnanya mati, dan penampilan seperti itu terkesan kamu lebih tua dari usiamu, macam ibu-ibu pengajian gitulah.”

“Loh aku emang udah jadi ibu, dan aku ngaji kan.”

“Tapi sayang, coba liat aku dong, penampilanku keliatan lebih mudakan, kalo kita jalan, seakan-akan aku ni berondong yang lagi kencan sama tante-tante.”

“Emangnya penampilan seperti apa sih yang kamu suka?”

“Ya, main di warna-warna pastellah. Kulitmu terang, jangan pake warna-warna mati, jadinya ga bersinar. Jangan melulu pake bawahan hitam, sekali-kali matchingin sama atasanmu dong. ”

“Aku pake bawahan hitam karena itu bisa dipadupadankan dengan warna atasan apapun. Simple ajakan. Yang penting atasannya warna warni.”

“Nih, ada info dari kawanku. Katanya ada sebuah toko fashion moslem di PIM (Pondok Indah Mall). Kapan-kapan kita harus kesana.”

“Ndak ah, pasti harganya mahal-mahal”

“Iya sih, katanya gamis biasa harganya 300rb, stelan atas bawah min 500rb-an, kerudung 200rb-an”

“Whaaaatt … no way. Baju harga segitu mo dipake kemana? Kalo cuman buat jalan-jalan ke mall aja mah kemahalan. Mending buat bayar cicilan BTN dah.”

“Ah, sayang mah ga mau nyenengin suaminya. Disana tuh yang belanja banyak artis. Kamu harus tau fashion yang up2date.”

“Hmmm … ga ah. Kalo mau belanja, ga perlu ke PIM, ke mall deket-deket sini aja.”

“Perlu ke PIM sayang, buat cari tau model-model yang up2datenya. Aku suka yang model kasual”

“Ga mau. Emang dikira mall-mall di sini ga jual baju-baju up2date apa. Lagian aku bingung deh, aku sih merasa gayaku udah kasual banget. Pake atasan kaos, bergo kaos, bawahannya celana kulot, pake sepatu sandal, mananya sih yang kurang kasual. Bukannya gaya kasual itu gaya santai ya, aku merasa santai dengan pakaianku dan aku suka dengan gayaku.”

“Tapi kamu keliatan kaya ibu-ibu pake pakaian itu, tandanya kamu ga cocok walaupun itu nyaman buatmu. Gayamu juga membosankan, modelnya begitu-begitu aja. Kamu pikirin aku dooongg, aku pengen gandeng cewe cantik bukan buntelan kentut.”

“Whaaattt??? Kamu ngatain aku apa mas??? Asal kamu tau ya, aku pake celana juga untuk kamu, karena kamu ga suka aku pake gamis atau rok kan? Kalau kamu bosan dengan celana hitamku, oke aku akan beli celana yang warna warni. Tapi kan aku mikirin banyak hal mas, belum bayar ini, bayar itu, ya daripada beli celana baru kan mending ngelunasin tagihan. Kamu mana pernah mau tau kan soal itu. Dari awal kan kamu tau, aku ini bukan cewe fashionable. Kenapa kamu baru complain sekarang sih???”

Aku lari keluar kamar. Esmosi menguasaiku. Ku pandangi pantulan tubuhku pada kaca lemari. Beberapa bulan yang lalu dia complain soal bobot tubuhku, mati-matian aku nurunin bobot ini. Sekarang dia complain lagi soal penampilanku, haloooo … kemana sih larinya laki-laki yang bersedia menerimaku apa adanya? Air mata mulai meleleh, seketika itu juga bayangan bertahun-tahun yang lalu kembali berputar ….

Syarrah kecil, tinggal bersama ayah yang pegawai swasta rendahan, ibu yang full time mother dan 3 orang adik yang kecil-kecil. Ibu berusaha memenuhi seluruh kebutuhan keluarga dengan gaji ayah yang tak besar. Dan prioritas utama adalah untuk makan dan pendidikan syarrah kecil beserta adik-adiknya. Tak ada budget untuk membeli pakaian baru setiap bulan. Belanja keperluan sandang ya cuma setahun sekali, saat lebaran akan datang. Syarrah yang prihatin sejak kecil tahu diri, tak pernah menuntut apa-apa, bahkan saat teman-temannya sibuk memamerkan baju-baju beserta accessories model terbaru, syarrah hanya tersenyum kecut, membayangkan akan punya baju-baju seperti itu pun tak pernah. Bisa jajan hari ini dan bayaran tak menunggak adalah sesuatu yang lebih berarti buat syarrah ketimbang baju dan accessories up2date itu.

Sampai beranjak remaja saat undangan ulang tahun semakin banyak dilayangkan kepadanya, Syarrah hanya tercenung di depan lemari bajunya, sebetulnya tak layak di sebut lemari baju. Tempat koleksi baju seragam sekolah, sepotong jins baggy yang sudah tak up2date lagi, 2 potong kemeja yang juga tak up2date dan beberapa potong baju rumah itu hanyalah rak kayu bertutup kain hordeng yang dibuat sang ayah. Syarrah harus berbagi rak kayu itu dengan ketiga adiknya. Mengingat koleksi bajunya yang benar-benar payah, Syarrah harus pasrah tinggal di rumah saja di malam minggu yang cerah itu. Mengamati langit malam yang tak berbintang, bahkan rembulanpun tak nampak. Apakah dia juga malu karena tak punya baju baru?

Kini, Syarrah kembali merasa nelangsa seperti malam itu. Hanya bedanya, bukan karena syarrah tak punya baju baru. Lemari syarrah kini tak lagi rak kayu bertutupkan kain hordeng, tapi lemari kayu 3 pintu beneran. Syarrah yang malang, ternyata walaupun koleksinya bertambah, tetapi selera fashionnya belum juga berubah. Belum juga paham tentang perkembangan model-model fashion terbaru, belum juga mengerti tentang padu padan warna dan model yang apik untuk membungkus tubuh mungilnya. Tapi tak adilkan jika semua harus menyalahkan Syarrah, dia hanya korban … korban keadaan …

***

Kegalauan itu masih menggelayuti Syarrah hingga ke kantor. Saat lunch pun tak lagi nikmat, Syarrah tak berminat mengobrol ngalor ngidul dengan para sedulurnya di kantor. Syarrah sibuk mengaduk-ngaduk nasi makan siangnya, saat percakapan rekannya sayup-sayup masuk ketelinganya …

“Waaahh … jeng eti pake baju baru nih, jadi beda deh penampilannya.”

“Eh Bu Ira, bisa aja. Ini permintaan suami bu, suamiku sukanya aku berpenampilan kaya gini, pake gamis panjang plus jilbab panjang. Sejujurnya aku sih lebih suka pake baju yang ga terlalu besar kaya gini, tapi mau gimana lagi, suami sudah bertitah, ya aku harus melaksanakan.”

“Tapi kamu keliatan lebih manis loh pake gaya begini, cocok kok buat kamu. Lagian kamu tuh musti bersyukur, lah temenku kasian deh, suaminya tuh suka dia pakai pakaian terbuka-buka gitu, padahal dia udah kepengen banget pakai jilbab, tapi suaminya belum kasih ijin.”

“Bu Eti, Bu Ira, suami-suami emang suka aneh ya maunya. Lah suamiku lebih unik lagi, dia maunya kalo pulang kerja tuh disambut sama istrinya yang udah dandan cantik, pakai baju bagus, kerudung kain, plus brosnya. Jadi aku setiap sore musti berdandan macam orang mo kondangan ajalah.”

“Hahahaaaa … emang gitu Bu Puput, ada suami-suami yang pengen disambut dengan dandanan super minim atau super menor. Hahaaa …”

“Eeehh, bahkan ada loh yang rela ngecat rambutnya jadi blondie karena permintaan suaminya.”

“Ckckck … untung suamiku orangnya ga neko-neko. Tapi kalo dipikir-pikir lagi ya, mereka itu memang layak di hibur dengan tampilan istrinya loh, wong diluar sana setiap hari mereka ketemu sama berbagai model wanita, kalau kita tak pintar-pintar bersolek sesuai seleranya, bisa-bisa suami nanti tergoda, ya korban perasaan dikit mah ga papalah, yang penting suami happy, tambah sayang ma kita, ya kan … hehehe …”

Bersamaan dengan berlangsungnya obrolan, sebuah kesadaran baru menghantam Syarrah. Ternyata dia bukanlah satu-satunya yang tak habis pikir dengan permintaan suaminya, dan bukan hanya suaminya saja yang berneko-neko ingin mendapati istrinya berdandan sesuai keinginannya. Syarrah baru mengerti, istri tidak hanya berusaha menenangkan hati, tapi juga yang menyenangkan untuk dipandang. Seulas s

Selasa, 06 Desember 2011

Bunda Galau

Gramedia, ahad sore.

“Silahkan bu, cd brainy babynya, cuma 30rb. Harga paket juga ada, 11 cd didiskon 30% jadi cuma 199rb. Ini untuk usia 6 bln sampai 5 thn ibu. Diajarkan macam-macam dengan gambar hidup yg menarik dan lagu-lagu yang bagus ...” Seorang pramuniaga sukses menghentikanku dan memaksaku mendengarkan semua ocehannya. Responku hanya mengangguk-angguk kecil dan tersenyum tipis, kemudian ngeloyor pergi diiringi pandangan maklum sekaligus kasihan dari sang pramuniaga. 'Maklum' karena 'penolakan adalah salah satu resiko pekerjaannya dan 'kasihan' karena ibu muda ini tak mengerti bagaimana caranya menggunakan media untuk melejitkan kecerdasan anaknya, mungkin begitu kata batin si mba pramuniaga itu. Tapi benarkah itu?

Tau kah si mba? Walaupun aku ngeloyor pergi menyusul kaisar dan ayahnya yang sudah asyik di arena mandi bola, tapi hati dan pikiranku masih tertinggal untukmu, koreksi, maksudku masih keingetan cd itu. Haruskah aku membelinya? Akankah efektif untuk kaisar? Kemudian melintas lagi percakapan beberapa pekan yang lalu dengan seorang rekan kerja ...

“Jeng sis, anakku 18 bulan udah bisa nyebutin namaku, nama ayahnya, kakek nenek om tante sampe semua sepupunya. Trus udah bisa menunjuk sambil nyebutin nama hewan-hewan, ngomongnya udah lancar, logikanya udah jalan, udah bisa dimintain tolong ambil ini itu, udah bisa pake baju celana sendiri, dll ... “

Deg, sebuah palu menghantamku, melemparkan sepihan-serpihan pertanyaan yang menggelisahkan, aku ngapain aja ya selama ini? Ko anakku belum bisa itu semua? Aku musti ngajarin anakku apa aja ya? Gimana caranya?

Imbas dari kegelisahan itu, siang itu juga aku langsung belanja flashcard, mainan edukatif dan puzzle carpet. Dan sorenya, aku dengan sangat berambisi menhujani anakku dengan berbagai gambar dari flashcard, memaksa anakku untuk bermain dgn mainan edukatifnya, mencoba mengajarkan anakku menyusun puzzlenya. Dan hasilnya, kecewa berat. Anakku tak mendengarkan ocehanku saat menyebutkan nama-nama benda lewat flashcard, tapi dia sangat tertarik untuk mengeluarkan semua kartu-kartu itu lalu memasukkan satu persatu kartu tersebut kedalam boxnya. Hasilnya adalah frustasi, karena anakku mengabaikan petunjukku untuk memasukkan donat warna warninya sesuai dengan urutan besar kecilnya ke menara, tapi dia sangat tertarik untuk memasukkan semua donat-donat itu dengan urutan suka-suka dia, berulang kali. Hasilnya adalah stress, saat anakku tak mengindahkanku untuk memasangkan puzzle-puzzlenya, tapi dia tertarik untuk menggigiti, memintaku memasangkan, lalu dia mengeluarkannya lagi begitu berulang kali, lalu memelintirnya untuk menguji kelenturan bahannya.

Sampai akhirnya, ambisiku mengecil dan padam dengan sendirinya. Aaaahh tak mudah jadi ibu muda di era teknologi informasi saat ini. Ibu dituntut untuk cerdas dan anak dipaksa untuk belajar. Ingin sekali menarik diri ke jaman aku dilahirkan. Zaman itu tentunya belum mengenal penelitian teranyar tentang cara-cara efektif melejitkan potensi anak, tak pula mengenal teknologi-teknologi sebagai media belajar anak, tapi aku, suamiku atau siapapun yang lahir zaman itu baik-baik saja, bukan golongan terbelakang, bisa membaca, berhitung, mengaji, mengenal benda-benda, makhluk hidup, dll tepat pada waktunya. Bahkan para ilmuwan dan akademisi yang melakukan penelitian atau yang menemukan teknologi belajar anak usia dini itupun mungkin juga lahir dan besar pada era yang sama-sama buta teknologi.

Jadi, bagaimana ini?

Dalam galauku ku berpikir, salah rasanya kalau harus kembali kemasa-masa kegelapan buta tekonologi sementara Kaisar hidup dizaman terang benderang teknologi seperti ini. Tapi tak dapat dibenarkan juga jika harus menuntut dan memaksakan Kaisar untuk belajar menguasai semuanya, sesuai dengan caraku. Tidak, anakku akan belajar dengan keinginannya sendiri dan dengan caranya yang unik. Biarlah dia memilih, mana yang dia suka, dengan cara apa dia akan belajar. Aku percaya suatu hari nanti kaisar akan menunjukkan progres yang besar. Aku, bundanya hanya perlu mendukungnya.

Arena bermain, ahad sore

Ini adalah kali kedua kaisar kami bawa ke arena bermain anak di sebuah mall di kota kami. Mainan pertama yang di minatinya adalah mobil-mobilan kecil berwana pink. Awal mulanya kaisar belajar membuka menutup pintunya, kemudian berusaha memasukkan bokongnya, lalu keluar lagi, kemudian memasukkan satu kakinya, lalu keluar lagi, kemudian memasukkan kedua kakinya, lalu keluar lagi, sampai pada tahap duduk di depan kemudi, menutup pintu lalu dadah-dadah dan kissbay sama ayah bunda, lihat deh wajahnya senang & bangga. Di kolam mandi bola, kaisar hanya diam mengamati sekeliling, tak bergerak dari tempatnya, tak juga mencoba melempar dan menghamburkan bola-bola itu, responnya hanya menjerit kegirangan, memandang antusias saat melihat bocah-bocah lain berlompatan, menyelam & mengacaukan bola-bola dalam kolam. Mungkin kaisar juga ingin seperti itu, tapi sayang kaki-kaki kecilnya masih belum kuat untuk mencoba gerakan-gerakan itu. Selanjutnya dia beralih ke rumah-rumahan di sudut sana, Kaisar keluar masuk, main ciluk ba dan mencoba melompati jendela. Kemudian, dia tertarik main perosotan, tapi tak mau naik tangganya, jadi langsung saja memanjat perosotannya :D. Padahal di kunjungan pertama tempo hari, Kaisar tak mau main perosotan dan hanya melongok rumah-rumahan itu. Tapi rupanya dia mengamati dan belajar, lalu memutuskan ingin mencobanya sendiri hari ini.

Begitulah anakku, ku kira tak hanya Kaisar yang harus belajar untuk berkembang, bundanya juga harus belajar untuk memahaminya. Seolah tau apa yang ku pikirkan sedari tadi, ayahnya berbisik padaku,

“Bunda, ayah ga ingin nuntut apa-apa dari kaisar, ga pengen kaisar pinter baca, hitung, atau memaksakan dia belajar ini itu diusianya yang masih batita, ayah cuman ingin kaisar jadi anak yang bahagia dan disayangi. Itu lebih penting dari kehebatan kognitif manapun.”

3 Cerita

Cerita Eyang ...

''Duh ndaaa, anakmu ini pinternya minta ampuuun. Masa ya tadi dia bawa-bawa baju ambonya (kakek), trus narik-narik tanganku, diarahkan ke mesin cuci, minta bajunya ambo dimasukin ke mesin cuci. Terus narik-narik tanganku lagi minta ambilin detergen, terus minta gendong, tangannya nunjukin ke tutup mesin cuci yg masih kebuka, ooohh minta ditutup. Terus aku pikir udah, aku turunin. Eh dia minta gendong lagi, tangannya mencet-mencet tombol start, ooohh kaisar mau nyuci baju ambo. Pinteeeerrr banget kan, pengamat tulen nih anak. Belum lagi kalo maen nda, ini disini maenannya banyak, macem-macem, pasti kaisar disuruh maen sendiri deh. Kalo dirumah eyang sih selalu ditemenin, maenan kardus, atau apa aja, eyang musti pinter-pinter nyari aktivitas baru buat Kaisar, kalo ga, anaknya bakalan bosan. Kaya tadi, eyang renggangin karet-karet di kardus, terus eyang petik-petik, Kaisar tertarik trus ketawa ketiwi denger nada-nada dari karet itu. Terkadang juga baca katalog hypermart, banyak gambar-gambarnya, eyang yang tunjukin gambar, ini sepatu Sar, sepatu punya sapa? Kaisarnya jawab, ' a...yah'. Ini kunci Sar, kaisarnya motong,'mbil' maksudnya mobil. Kunci mobilnya punya siapa? Kaisar jawab,'mbo' maksudnya ambo, terus dia narik tanganku keluar, nunjukin mobilnya ambo. Pinter banget deh Kaisar ini.'’

Cerita Bunda ...

Bunda capek nak, Kaisar maen sendiri dulu ya. Pinggang bunda sakit, mau tiduran dulu, Kaisar jangan rewel ya. Ini mainannya dimainin ya, bunda mau ke dapur dulu. Kaisar jangan ikutin bunda mulu napa, kerjaan bunda belum selesai nih. Kaisar diem napa, lagi ada yang seru nih di fesbuk. Kaisaaaaarrr, hape bunda jangan dibantiiiiiinnngggg ....

Kaisar ko ga kaya yang diceritain eyang ya? Katanya Kaisar pinter, tapi ko ga ngasih liat kepinteran Kaisar sama bunda sih?

Cerita Kaisar ....

Bunda, gimana caranya masukin ini? Bunda tolong ambilin mainan di situ. Bunda sini dong deket kaisar. Bunda lagi apa sih di dapur? Bunda ga boleh boboan. Bunda bangun. Bunda nenen. Bunda jangan nonton tv dong. Bunda liatin Kaisar dong. Bunda pinjem hapenya, mau Kaisar buang aja. Bunda, Kaisar kangen sama bunda. Bunda, temenin Kaisar maen dooong ....

Oeeeee ... Eyang jangan pulang, Kaisar ikut eyang. Ga enak disini, kaisar maen sendirian, ga ada yang temenin, bunda ga mau temenin Kaisar, bunda ngelarang-ngelarang terus, bunda marah-marah mulu, bunda ga sayang sama Kaisar, eyaanngg .... Kaisar mau sama eyang aja ....

Jumat, 22 April 2011

Pertemuan

Iihh sapa tuuhh??? Manis banget pake baju pinky, aplikasi strowberrynya ga kuaatt :D. Dari jauh si cewe pinky udah mesam mesem, makin dekat si cewe pinky makin salah tingkah, meronta-ronta ;). Begitu mencapai jarak aman, si cowo yellow mulai berani mengangkat tangannya untuukk menjawil strowberry si pinky, abiss ngegemesin bangettss 8-). Si cewe pinky ga mau ketinggalan, tangannya mulai beraksi ngacak-ngacak rambut si cowo yellow :p.

Si cowo yellow mengernyitkan dahi, kenapa yaa semua cewe yang pernah ditemuinya selalu ingin menjamah mahkotanya itu?? Dulu sama cewe yang pertama pun begitu, awal jumpa kepalanya yang plontos udah basah di ilerin oleh si cewe, yang belakangan diketahui bernama Aish itu. Dan kini ... Rambutnya yang pirang bak rambut jagung yang telah susah payah ditata gaya mohawk 8-) itu abis dirusak sama si cewe. 'Aahh mungkin memang pesonaku ada disitu yaa' Pikir si cowo yellow ...

Puas mengobrak abrik tatanan rambutku, si pinky berseru manja,'auuh na*#na*# ...'. Aaah copot jantungku. Lagi seru-serunya bercengkrama, si pinky tiba-tiba berlalu dalam gendongan neneknya, pandangan mereka masih bertaut sampai hilang terhalang oleh deretan rak-rak di Lottemart ...

***

Hihihi ... Emak sableng nih, berusaha menterjemahkan ekspresi Kaisar my baby (si cowo yellow) saat bertemu dengan baby pinky di Lottemart malam ini :D ...

Kamis, 21 April 2011

Kaisar oh Kaisar

Mumet ma makannya kaisar, hari ini bunda masakin bubur kacang merah, tapi makannya malah diemut lamaaa banget, 1 jam cuma abis 1/4 bagian. Tapi giliran bundanya makan bubur ayam kaisarnya mupeng :p

Oohh mungkin buburnya kurang alus bin lembut kali yaa, yo wis bunda saring ulang deh. Eeehh tapi makannya malah ditambah ma aksi melet-melet. Anehnya lagi, waktu bunda makan nasi ma sate ati ampla, kaisar napsu pengen nyobain.

Ampuuunn dah, kaisar terus menerus menjajah makanan bundanya. Terakhir bunda bikinin nasi tim lele pake keju, yummiii ... Kaisar suka ma menu yang ini ... Alhamdulillah :) ... Dan untuk berterimakasih atas menu yg enak, kaisar menunjukkan gaya baru, makan sambil rembetan di meja n ngacak-ngacak baju-bajunya yang semula tersusun rapi diatasnya. Waaaaahhh gawaatt bunda harus beli lemari khusus untuk baju kaisar niihh :D

Kaisar oh Kaisar

Mumet ma makannya kaisar, hari ini bunda masakin bubur kacang merah, tapi makannya malah diemut lamaaa banget, 1 jam cuma abis 1/4 bagian. Tapi giliran bundanya makan bubur ayam kaisarnya mupeng :p

Oohh mungkin buburnya kurang alus bin lembut kali yaa, yo wis bunda saring ulang deh. Eeehh tapi makannya malah ditambah ma aksi melet-melet. Anehnya lagi, waktu bunda makan nasi ma sate ati ampla, kaisar napsu pengen nyobain.

Ampuuunn dah, kaisar terus menerus menjajah makanan bundanya. Terakhir bunda bikinin nasi tim lele pake keju, yummiii ... Kaisar suka ma menu yang ini ... Alhamdulillah :) ... Dan untuk berterimakasih atas menu yg enak, kaisar menunjukkan gaya baru, makan sambil rembetan di meja n ngacak-ngacak baju-bajunya yang semula tersusun rapi diatasnya. Waaaaahhh gawaatt bunda harus beli lemari khusus untuk baju kaisar niihh :D

Senin, 18 April 2011

Kebahagiaan

Dari kemarin, trus kemarinnya lagi entah kenapa daku selalu aja baca soal "Kebahagiaan", entah itu ga sengaja saat googling eh nemu artikel tentang itu, trus ke rumah mertua nemu majalah eh isinya juga tentang itu, mungkin itu adalah jawaban Allah atas rintihan hatiku belakangan ini. Taelah rintihan, tapi beneran loh, tensiku aja mpe 130/92 (walopun daku ga tau itu bermakna apa, tapi kayanya serem aja liat ekspresi Mrs doctor saat ngeliat tensiku).

Intinya, ada satu quote yang daku inget banget (and langsung ku jadikan tagline ku mulai saat ini ) kalimat itu adalah "Kebahagiaan adalah sebuah KEPUTUSAN" ... jreeeeeennngggg ...dan daku langsung kesetrum baca itu kalimat, kayanya pas aja. Pastinya dah banyak baca teori soal "kebahagiaan" tapi kalo emang belom nyetrum ya ga ada perubahannya. Sekarang baru nyadar kalo bahagia or engga itu kita yang memutuskan, karena bahagia itu ga jauh-jauh, ada disini ... iya disini didalam diri ini sendiri. Mo nyari kebahagiaan dimana sih? ngarepin suami tuk mengirimkan sejuta perhatian dan segepok uang belanja supaya daku lebih kebahagiaan malah dapetnya kegondokan , mo ngarepin tempat kerja naekin gaji n bonus supaya kebutuhan hidup tercukupi malah dapetnya kedongkolan (secara bonusnya ga keluar-keluar hihihi). Setiap hari, setiap jam, setiap detik selalu adaaaa ajaaaa yang bikin manyun, jidat berkerut, and hati kembali merintih, katanya hidup emang serangkaian masalah kan ya. Trus kapan dong bahagianya kalo semuanya musti dipikiriiinn, disesaliin, dipanikiin, dikhawatiriin, toh kita diem aja dunia juga tetep berputar kan ya, semuanya udah ada yang atur. Masa depan emang masih ga pasti, yang udah pasti itu ya sekarang ini, so do the best lah and selalu putuskan untuk bahagia.

Kita ni makhluk bebas loh, selalu punya pilihan, tak terkecuali pilihan untuk mengambil respon apa dari setiap kondisi yang ada. Daku sih pengennya selalu bahagia ya, apapun itu kondisinya. Makanya, pagi ini daku langsung update status di fesbuk, "Bismillah, hari ini aku memutuskan untuk bahagia" daaannn ... its works ... mpe saat ini daku merasa bae-bae aja, produktif, dapet cerita-cerita yang menyenangkan, ketemu sama orang yang menyenangkan, bersikap menyenangkan, menikmati tugas ngawas US selama 4 jam penuh , beda banget sama kemarin, mungkin karena daku udah memprogram mind set daku untuk mengirimkan sinyal-sinyal bahagia kali yaa hehehe...

Oh iya, bahagia juga bertalian erat sama yang namanya bersyukur, ni ilham dari obrolan sama eyangnya kaisar, "Mikirin apa sih kamu mpe tensinya segituu?? masih muda kok ya udah darah tinggi sih. Bukannya kamu lagi bahagia-bahagianya? Punya anak cowo mana cakep, sehat, pinter lagi, suami juga karirnya lagi bagus, kerjaanmu juga lancar, trus apa lagi yang di khawatirin???" Nah loh, langsung deh melongo, eh iya ya, everything its ok kok, napa daku kaya orang depresi kaya gini sih? Astaghfirullah ... beneran nih, daku kurang bersyukur. Ah ternyata konsep bersyukurpun daku musti belajar lagi ya. Astaghfirullah ...

Minjem gambar dari sini



Rabu, 05 Januari 2011

Semuanya karena sedekah

Sedekah, sering kali kita mendengar kata-kata itu, banyak pula kita mendengar pengalaman orang-orang yg tertolong dan terbantu kesulitannya karena sedekah. Belum lagi kampanye hidup berkah dengan sedekah yg getol disampaikan oleh ustd Yusuf Mansur. Sangking pentingnya, pa ustadz sampai buat filmnya segala.

Untukku pribadi sedekah sangat berperan penting, setidaknya kehadiran Kaisar ku percaya sebagai salah satu efek barokah sedekah.

Berikut ini beberapa cerita pengalaman pribadi berkaitan dengan keajaiban sedekah :

1. Kehamilan yang tak terduga

Genap 5 thn aku menunggu kehadiran buah hati, alhamdulillah akhirnya rezeki tsb datang padaku dgn cara yg sama sekali tak terduga. Berawal dari rencana hajatan pernikahan adikku. Seperti orang yg hendak menggelar hajatan lainnya, maka kami pun tertimpa banyak ujian. Diantaranya dana yg semula diharapkan dapat cair ternyata tak kunjung turun, akhirnya kami sekeluarga ikut puter otak untuk membantu adik yg saat itu lumayan down karena diterpa berbagai ujian. Dengan menguras tabungan akupun urun rembuk.

Tepat di hari pernikahan adikku itu, aku mengalami rasa 'mabok' yg tak biasa, ku pikir hanya masuk angin disertai magh yg kambuh. Di diamkan sehari dua hari hingga dua pekan berlalu belum juga sembuh, akhirnya aku memaksakan diri berobat ke dokter UKS dan dari situ disarankan untuk memeriksa urin karena dokter curiga aku hamil, dan benarlah. Hari itu, dihari raker pertama tepat jam 12 siang aku menjerit kaget campur senang tak kepalang demi melihat tanda strip dua di test packku.

Alhamdulillah masa-masa kehamilanku berjalan dengan normal tanpa ada sesuatu yg mengkhawatirkan. Hingga menginjak pekan ke 38, hari itu hari ahad shubuh, aku mendapati bercak merah di pakaian dalamku. Dengan rasa berdebar aku memberitahukan orangtuaku dan disarankan untuk segera meluncur ke puskemas karena dikhawatirkan darah itu adalah tanda pembukaan rahim. Aku dan suami pun mluncur ke puskesmas. Melalui pemeriksaan dalam, bu bidan mengatakan bahwa aku belum akan melahirkan karena belum ada pembukaan.

Tunggu punya tunggu dengan disertai rasa cemas yg meninggi, sampai siang belum juga ada tanda-tanda kontraksi. Dalam penantianku, teringatlah aku akan banyak artikel dan film yang menceritakan tentang keajaiban sedekah, tanpa pikir panjang siang itu juga jalanlah aku ditemani mama untuk menemui seorang anak yatim yang sedang dirundung kesulitan biaya sekolah. Sedekah pun dikeluarkan dengan disertai do'a agar proses persalinanku mudah dan selamat.


Selang hampir 2 pekan belum juga ada tanda-tanda akan melahirkan, sampai suami berinisiatif mengintip dede lewat USG 4 dimensi untuk mengetahui keadaannya dengan lebih jelas. Hasil USG masih normal dan tidak ditemukan sesuatu yg mencurigakan. Hanya saja dokternya kaget melihat perutku yg menggelembung begitu besar, disangkanya aku mengandung anak kembar, setelah dilihat ternyata bayinya tunggal.

Kecemasan semakin meninggi seiring dengan usia kehamilan yang menginjak 40 pekan. Sesuai dengan jadwal aku kembali memeriksakan diri ke dokter. Begitu masuk ruangan, dokter kaget demi melihatku yang masih segar bugar belum ada keluhan kontraksi. Melalui pemeriksaan malam itu di dapati janinku ternyata belum juga turun panggul, masih menggantung (menurut USG 4 dimensi anakku terlilit tali pusar). Entah mengapa saat itu juga dokter mengambil keputusan cepat, aku harus menjalani operasi cesar keesokan paginya. Jadi malam itu juga kami prepare. Memang ada rasa deg degkan tapi itu tertutupi oleh kelegaan teramat sangat, kecemasanku terangkat dan digantikan oleh ketenangan. Malam sebelum operasi aku merasakan perutku bergejolak disertai dengan rasa lapar yg teramat sangat, dan tepat di waktu subuh aku mengalami kontraksi.

Kontraksi terus berlanjut sampai menjelang operasi, tapi meskipun begitu aku masih merasakan ketenangan, padahal sebelum operasi aku diharuskan mengikuti serangkaian persiapan yg semula begitu aku takuti (ambil darah, diinfus, ddipasang kateter, dll) tapi alhamdulillah rangkaian pemeiriksaan awal itu kujalani dengan tenang, tekanan darahku pun normal.

Singkat cerita saat operasi berlangsung, sayup-sayup aku mendengar seseorang berseru "bayinya laki-laki" dan terdengarlah suara tangisan bayi, kemudian semuanya semakin sayup, aku tertidur. Saat bangun, aku mendapati diriku masih di meja operasi dengan semua peralatan masih menempel di tubuhku. Ku pikir kok operasinya lama betul ya, ternyata seorang suster menjawab pertanyaanku tersebut. Diperlihatkannya padaku sebuah kantong plastik transparan, di dalamnya ada dua onggok daging dan cairan kuning, onggokan daging tersebut mirip seperti bakso tenis yang guede. Menurut suster daging itu adalah kista yang diangkat dari rahimku setelah kelahiran anakku.

Seluruh keluarga besarku lega bercampur bahagia melihat aku keluar dari ruang operasi dalam kondisi baik. Selanjutnya suami berceritalah tentang kekalutannya saatnya dipanggil suster untuk masuk ke ruang operasi, karena ternyata ditemukan dua buah kista di rahim kiriku. Anehnya kista itu tidak terdeteksi saat pemeriksaan USG 2 dimensi maupun 4 dimensi. Subhanallah wal hamdulillah, kembali ku percaya ini adalah bagian dari keajaiban sedekah. Tak terbayangkan jika aku melahirkan normal dengan kista itu masih di rahimku.

2. Selamat dari kecelakaan maut

Hari itu hari selasa yang biasa, semuanya berjalan seperti biasa, tak ada tanda or firasat aku akan mengalami kecelakaan. Sore itu, tepat pukul 15.00 WIB aku pulang melewati jalan dan angkot yang biasa. Semuanya biasa saja sampai ku lihat seorang ibu yang mengamen di jalan yang biasa kulewati. Tanganku pun bergerak untuk merogoh uang kertas yang ada di saku tas, selembar uang lima ribuan yang kutemukan langsung kuberikan ke pada si ibu. Dalam hati tiba-tiba terbesit do'a "Ya Allah, selamatkan aku". Heran juga kenapa aku berdo'a seperti itu.

Di dalam angkot yang mengantarkanku pulang hanya ada dua orang penumpang, aku dan seorang anak lelaki. Sepanjang perjalanan aku termenung sendiri, banyak hal yang berkelebat di benakku, sampai ku lihat atap rumahku di kejauhan (rumahku tepat di pinggir jalan) aku pun bersiap turun dan mengetuk atap mobil sebagai tanda berhenti. Saat aku dalam posisi nungging (bangun dari posisi duduk ingin menuju pintu angkot) tiba-tiba terdengar suara hantaman keras, aku terguling dan jatuh duduk di depan pintu angkot. Masih dalam posisi terjatuh tiba-tiba aku merasa angkotnya meluncur ke depan menabrak sesuatu, aku dan anak laki-laki itu pun kembali terguling karena memang tidak sempat untuk pegangan pada sesuatu. Dalam keadaan gemetaran aku keluar angkot untuk mengetahui apa yang terjadi. Ternyata angkot yang ku tumpangi di tabrak mobil bak terbuka dari belakang. Mobil bak terbukanya ringsek di bagian depannya, kaca-kaca berhamburan di sepanjang jalan.

Sambil menenangkan diri dari shock, aku membayangkan kalau posisiku tepat di pintu angkot saat tabrakan itu terjadi, pastilah aku akan mengalami cidera yang parah, mungkin akan terlempar ke luar, terseret atau mengalami patah tulang. Subhanallah wal hamdulillah, itu semua tidak terjadi, hanya memar sedikit di bahu dan sedikit terkilir akibat jatuh mendadak. Sekali lagi aku menandai kejadian ini sebagai pertolongan Allah lewat sedekahku untuk ibu pengamen itu.



3. Sedekah berbuah kemenangan & keselamatan

Bulan Desember 2010 adalah bulan terberat buatku. Bagaimana tidak, aku akan ditinggalkan suamiku untuk berjuang di ajang IRO (International Robot Olympiad) di Queensland Australia selama 8 hari. Belum pernah aku ditinggal selama itu, untungnya kali ini ada Kaisar yang menemaniku, tapi sedih juga dikala bangun malam untuk menyusui dan tidak ada si mas yang mengelus punggungku. Disamping itu kerjaan kantor juga lagi ribet-ribetnya, aku terpaksa harus pulang jam 5 sore setiap hari untuk menyelesaikan tugas-tugasku.

Bersamaan dengan keberangkatan suamiku, adikku mengalami panas tinggi dan harus di larikan ke rumah sakit. Diagnosis dokter adikku terkena demam berdarah. Hari ketiga di rumah sakit adikku mengalami kondisi yang mengkhawatirkan ditandai dengan trombosit yang menurun drastis menyentuh angka 13000. Akhirnya terpaksa adikku masuk ruang semi ICU untuk mendapatkan perawatan intensif. Ditengah merisaukan kondisi adik yg drop, kami sekeluarga pun kebingungan mengumpulkan dana untuk menutupi biaya perawatan tsb, alhamdulillah dana tunjangan profesi guru cair dan bisa ku pergunakan untuk membantu biaya adik.

Sementara itu, suami yang mengikuti IRO sedang risau karena peluang menang sangat tipis, maklumlah saingannya negara-negara maju. Piala emas, perak dan perunggu sudah dibagi rata untuk negara-negara adidaya tersebut, dan tak menyisakan satupun untuk suamiku bawa pulang. Menjelang kepulangannya, suami mengabari bahwa anak bianaan yang beliau bimbing berhasil meraih technical award untuk robot creatifnya. Bangga sekali mendengar kabar itu, senang juga karena lomba sudah berakhir dan suami akan segera pulang. Tanggal 20 desember malam pesawat garuda yang membawa suami mendarat dengan selamat di bandara Soekarno-Hatta.

Tak lama sampai ditanah air, terdengar kabar bahwa propinsi Queensland tempat suamiku bermukim selama pertandingan, dilanda musibah banjir setinggi 9 meter yang merubah daratan Queensland menjadi danau. Subhanallah wal hamdulillah, tak terbayangkan jika suami masih ada di sana bertepatan dengan bencana banjir tersebut. Akhirnya aku benar-benar percaya, bahwa semua pertolongan, segala kemudahan dan sebuah kemenangan itu karena sedekah.

Gambar di ambil dari sini : http://www.herupurwanto.com

Kamis, 23 September 2010

Suara Hati Seorang Bayi

Jika seorang bayi dapat berbicara, di setiap tangisannya, mungkin ia akan mengatakan pada ayah bunda tercinta..

Wahai ayah bunda tercinta..

Aku telah hadir di tengah-tengahmu..

Aku telah menjadi bukti cinta kasihmu..

Aku telah turun ke dunia demi memenuhi tugas dari Tuhanku..

Wahai ayah bunda tercinta..

Letakkanlah aku di atas perut dan dadamu begitu ku lahir..

Biarkanlah aku merangkak di atas perut dan dadamu..

Sesungguhnya aku ingin menyelamatkan ibuku dari perdarahan..

Sesungguhnya aku ingin membuat air susu dari Tuhanku keluar semakin banyak..

Wahai ayah bunda tercinta..

Biarkanlah aku tidur bersamamu segera setelah ku lahir didalam hari-harimu..

Biarkanlah aku menikmati suaramu, nafasmu, dan aroma tubuhmu..

Sesungguhnya bersama denganmu setiap hari pada awal kehidupanku memberikan kenyamanan dan ketenangan bagiku..

Wahai ayah bunda tercinta..

Peluklah aku..

Biarkanlah aku merasakan kehangatan tubuhmu dan kasihmu..

Sesungguhnya aku kedinginan di dunia yang baru ini..

Wahai ayah bunda tercinta..

Dekaplah aku dengan penuh kasih..

Biarkanlah aku mendengar suara detak jantungmu..

Biarkanlah aku tetap berada dalam rengkuhanmu..

Sesungguhnya aku sangat ketakutan karena banyaknya suara-suarayang tidak aku kenal..

Wahai ayah bunda tercinta..

Berikanlah hanya air susu ibu bagiku..

Biarkanlah aku menikmati setiap tegukan air susu ibuku..

Sesungguhnya Tuhanku mengatakan bahwa hanya air susu ibukulah yang akan membuatku sehat, cerdas, dan tangguh..

Wahai ayah bundaku..

Bersabarlah akan diriku, tangisanku, dan segala perilakuku..

Bertawakallah pada Tuhanku..

Istiqomahlah akan apa yang engkau lakukan..

Sesungguhnya, Tuhanku amatlah dekat dan mintalah pertolonganNya..

Wahai ayah bundaku tercinta..

Terima kasih untuk kasih sayangmu..

Terima kasih untuk kesabaranmu..

Terima kasih untuk pelukanmu..

Terima kasih untuk bisikan kasih sayangmu..

Terima kasih untuk dekapan cintamu..

Terima kasih untuk do� - do� yang tiap waktu engkau panjatkan..

Terima kasih untuk keyakinanmu pada Tuhanmu..

Wahai Ayah bundaku tercinta..

Tiadalah cukup ucapan terima kasihku padamu..

Sungguh surga di telapak kakimu, sesuai dengan janji Tuhanku..

Wahai Ibuku Kekasih Hatiku..

Wahai Ayah Pelindungku..

Semoga Allah subhana wa ta�la melimpahkan segala rahmah dan rahimNya pada kedua orangtuaku..

"Rabbi (i)ghfirlii wa li-waalidayya" (Ya Robb-ku, ampunilah aku dan/juga untuk kedua orang tuaku).

"wa (ar)hamhu maa kamaa robbayanii soghiraa" (dan kasihilah mereka semua, sebagaimana mereka telah mengasihi aku ketika kecil)"

QS. Al Baqarah (2) : 233, Allah subhana wa ta�la berfirman;

"Dan ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang ma'ruf..."

*copas dari milis rumahilmu*

Rabu, 15 September 2010

Ku tak sekuat yg kukira

Ketika diri ini lemah dengan berbagai masalah, mulut manis syetan merayuku, padanya kudapati diriku smakin jatuh tersungkur dan terhina

Ketika kesadaran kembali menyinariku, ku dapati tangan Tuhanlah yang menyelamatkan dan mengangkatku, maka gerbang cahaya kembali menyambutku

Setelah pernah mencicipi pahitnya kehinaan kukira diriku telah kuat dan kebal, ternyata tidak ... Kini kudapati diriku kembali melongok lubang gelap itu, lidah2 manis tak bertuan kembali memikatku, membujukku, merayuku untuk kembali terjatuh dalam kelamnya ...

Oooohh tidaaakk, ini tak boleh terjadi lagi, aq bukan keledai yg dapat jatuh di lubang yang sama

Bagaimana ini??? ... kembali kusadari ... Aku tak sekuat yg kukira ...

Selasa, 14 September 2010

Balada ASIP

Tinggal menghitung hari bunda akan meninggalkan kaisar sama eyangnya, demi segenggam berlian bunda harus tega melakukan itu, soale berlian itu bakal buat kaisar menuntut ilmu nantinya ;)

Tapi bunda bukannya ingin melepas tanggungjawab untuk memberikan nutrisi yg paling bergizi buat kaisar, makanya udah 2 pekan ini bunda mulai nabung ASIP (ASI perah) buat kaisar, mayan dah dapet 20 botol, tapi berasa kurang, karena ternyata bunda masih males merah nih. Slama ini bunda hanya mampu memerah 3 botol @ 100 ml setiap harinya, padahal kebutuhan kaisar kurang lebih 6 botol tiap harinya, wah bisa2 besar pasak daripada tiang nih :(

Sayangnya kuantitas ASI sangat dipengaruhi oleh kondisi psikologis ibu, smakin bunda khawatir ASIPnya akan kurang, maka produksi ASInya akan menurun. Biasanya skali merah bisa dapet 100-120 ml, eh karena khawatir td cuma dapet 30-50 ml deh, ngaruh bgt kan? Padhal bunda udah minum susu menyusui plus ngemil kacang kedelai sangrai, yg dipercaya dpt meningkatkan kualitas n kuantitas ASI, tp kalo stress ya tetep aja ASInya tiris ;(

Makanya bunda kembali meluruskan niat n menguatkan tekad, insyaAllah ASIP buat kaisar bakalan cukup, bunda akan berusaha semampu bunda, kalo perlu tiap 3 jam bunda merah dah, n tetep mensyukuri seberapun hasil perahnya. Believe or not, dengan kembalinya PEDE bunda, maka si ASI kembali mengucur desar cuuuuurrrr :D

Kalo nurut bunda nih ya, prinsip ASI itu kaya sedekah deh :
1. Semakin banyak n sering dikeluarin, maka hasilnya akan berlipat ganda banyaknya
2. Ngeluarinnya harus dengan hati yg ikhlas, ringan n senang, kalo sebaliknya ya yg ada badan pada sakit tapi hasilnya ga seberapa
3. Tempat nampungnya juga kudu terjaga kebersihannya, kudu sterillah, kalo enggak, ya itu bakal terkontaminasi ma udara kotor, kuman, bakteri atau virus

Jadi suka berempati ma sapi, makanya di beberapa negara/aama sapi itu dimuliakan, mungkin karena sumbangsihnya untuk mencerdaskan anak bangsa ya :D. Rela dia membagi susunya untuk manusia, tapi bunda sih ga rela tuh kaisar jd saudara sepersusuan ma sapi :D

Nah, udahan dulu ah, skarang waktunya merah ASI :)

Minggu, 12 September 2010

Kaisar namanya


Sebenernya tu poto profil udah kadaluarsa tuh, secara babynya dah lahir pada hari jumat tgl 16 Juli 2010 pkl 15:05 dgn berat 2950 gr, panjang 50 cm, n diberi nama oleh ayahnya MUHAMMAD KAISAR SANNAI, pangilannya Kaisar aja, keren ya namanya ... :D
Skarang ni kaisar lagi ganteng2nya secara baru aja dicepakin rambutnya sama si ayah (sayng ga bisa upload picnya lewat hp). Belum berani di gundulin coz batok kepalanya masih berapa lembek n blom jg nemu tukang cukur yg bisa dipercaya buat ngebotakin pala anakku, walopun itu ayahnya sendiri. Padahal ayahnya dah gatel pengen botakin secara dipalanya kaisar mulai timbul kerak2 gitu loh. Sama eyang sih udah di balurin minyak kelapa, trus di keramasin pake lactacid ma bunda plus di cepakin ma ayahnya, pagi ini keraknya dah bersih :D
Pagi tadi bunda menemukan kaisar dalam posisi merosot dari bantalnya, ternyata gerak motoriknya udah mulai aktif, kakinya udah bisa di agkat tinggi2, udah banyak senyum2 n ktawa lebar, mulai mengeluarkan suara2, tangisannya jg udah bisa mengekspresikan maunya, bunda jg sering miringin badannya n ditekungkupin untuk melatih paru2 plus otot lehernya.
Pokoknya setelah kehadiran kaisar hidup bunda jadi smakin berwarna n udah ga da lg tuh yg namanya kesepian. Oh ya bunda jg skarang jadi rajin masak loh 8-), mayan di akhir bulan masih ada sisa uang blanja buat nambahin baju jumpernya kaisar :D
Stasus2 di FB pun smuanya tentang kaisar, makanya jg bosen ya sob kalo ntar di MPpun bunda banyak berkisah tentang kaisar jg :D

Boleh dikata, saat ini bunda sedang sangat jatuh cinta pada bayi kaisarku yg guanteeeengg sangaaaad ... :D

Minggu, 14 Maret 2010

Kabar Bumil

Lohaaa ...

Lama mencorat-coret site ini, mpe lupa punya account di MP

Kalo ditanya kabarku sih, alhamdulillah masih dalam keadaan sehat dan terkendali.
Usia kandunganku udah 5.5 bulan, dedenya lincah banget di dalam perutku, nendang2 nonjok2, ntah apa yang dia lakukan di dalam sana

Sampai saat ini berat badanku udah naek 3 kg, kata dokter sih masih normal. Tapi menurut orang2 yg liat, untuk usia 5,5 bulan perutku ini gede bangeeett . Masa di bandingin ma temen yang lagi hamil 7 bulan, masih gedean perutku katanya

Masih mual2 ga jeng? mungkin ada yang bertanya seperti itu, ehmm belakangan ini aktivitas nungging di wc kembali terjadi, padahal waktu 4 bulan udah mulai berenti tuh (nungging dalam rangka muntah2, bukan jongkok dalam rangka 'nyetor' yeee )

Trus mungkin ada juga yg bakalan nanya, nyidam apa aja jeng?
Ehm ... binun daku jawabnye. Biasa aja sih, ga ada yang aneh2. Palingan lebih minat ma makanan tradisional or kampung gitu. Dulu sebelum hamil daku kan amat sangat menyukai pasta, pizza, burger n sejenisnya gitu , tapi sekarang malah nyari2 kue cincin, surabi, tempe bacem, bubur manado, es cendol dsb

Laki or cewe jeng? Udah siapin nama?
Naaah, pertanyaan model begini ini yang paling sering ku dengar. Mpe sekarang sih aku n masku blom tanya ke dokter, tadinya ga mo tau mpe si dede lahir, tapiii lama kelamaan penasaran juga. Trus kalo lagi ngayal juga suka kesulitan memvisualisasikan ni dede, mo bayangin cowo or cewe yaa . Jadi, Insya Allah pada saat jadwal konsultasi mendatang, kami akan minta dokter untuk jawab pertanyaan itu .
Kalo untuk nama, jauuh sebelum aku hamil, kami berdua udah sempet ngerancang nama anak2 kami, kalo cowo apa namanya, n cewe siapa namanya .

Ehmm ... sekian dulu dweh kabar dariku, ntar kalo lagi mood nulis di sambung lagi ... hehe ...

Senin, 16 November 2009

Kisah tentang seorang prorammer... - Instal program "Wife 1.0"

*) Hasil copasan neh ...

Yth. Customer Support:

Saya sangat membutuhkan bantuan.

Baru-baru ini saya melakukan upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 dan di luar perkiraan saya ternyata program baru ini mulai melakukan proses pembuatan sub program Child 1.0 dan juga mulai memakan waktu dan sumber berharga lainnya. Hal ini tidak dicantumkan di brosur produknya.

Sebagai tambahan Wife 1.0 juga mengacaukan program lainnya, memasukkan dirinya ke dalam proses start up harian di mana secara otomatis memonitor semua aktivitas system seperti sebuah Virus.

Program saya lainnya seperti Hang Out Cafe� 2.5 atau Friday Nite Party 311 tidak lagi bisa berjalan dan menyebabkan system menjadi crash setiap kali dilakukan. Saya mencoba menjalankan Lazy Saturday 5.0 atau Sleepy Sunday 4.2 namun juga tidak dapat dijalankan, bahkan program Saturday Shopping 3.0 atau Sunday Home Cleaning 3.11 yang muncul.

Sepertinya saya tidak bisa membuat Wife 1.0 bekerja di background sementara saya mencoba menjalankan aplikasi favorit saya lainnya. Saat ini saya sedang berfikir untuk kembali ke Girlfriend 7.0 dan melakukan Uninstall program Wife 1.0 namun tidak bisa.

Mohon bantuannya,

Programmer


~~~~~~~~~~~~ ~~~~
Sehari setelah dia mengirim email itu, dia mendapat jawabannya yang isinya:

Yth. Bapak Programmer,

Ini adalah masalah yang sering muncul dari kesalahpahaman yang mendasar sekali. Banyak orang yang melakukan upgrade program Girlfriend 7.0 ke Wife 1.0 berfikir bahwa Wife 1.0 adalah tipe Utility & entertainment Program.
Sedangkan hal yang sebetulnya: Wife 1.0 adalah Operating System, dirancang oleh Programmer kami di HEAVEN UNLIMITED COMPANY untuk menjalankan semuanya.

Anda tidak bisa menghapus Wife 1.0 dan kembali ke Girlfriend 7.0. Wife 1.0 tidak dirancang untuk ini karena jika dipaksakan untuk dilakukan dapat menyebabkan system anda berantakan.

Kami merekomendasikan tetap menggunakan program Wife 1.0 dan coba menghadapi beberapa hal yang Anda anggap sebagai kesulitan sebaik mungkin. Beberapa tips dari kami jika ada suatu masalah, coba jalankan semua recovery program yang ada di folder C:\APOLOGIZE, seperti Say Sorry 8.0 or Hug & Kiss 9.0.

Walaupun beberapa orang menganggap Wife 1.0 adalah suatu program yang butuh perawatan tinggi, banyak juga orang yang tahu bahwa program ini dapat menjadi sangat menyenangkan. Untuk memperoleh manfaat maksimal program Wife 1.0 ini, Anda dapat mencoba membeli add-on program seperti Listening 5.0, Flowers 2.5 atau Chocolates 1.3.

Dalam hal apapun kami sangat tidak merekomendasikan untuk install program Secretary 1.0 (Short Skirt Version) karena program ini sangat tidak kompatibel dengan Wife 1.0 dan hampir dipastikan akan menyebabkan system menjadi crash.



Semoga dapat membantu,
Customer Service